TTL : Bogor, 30 September 1999
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Islam
Hobi: Fotograf
Medsos: anggoroprasetyo_ (Instagram)
Medsos: anggoroprasetyo_ (Instagram)
E-mail: anggoroprasetyo30@gmail.com
Alamat: Jln. Veteran III Kp. Kambangan 1 RT/RW 01/03 Ds. Banjarsari Kec. Ciawi Kab. Bogor
Tentang Anggoro
Anggoro Prasetyo merupakan satu-satunya anggota kami yang selalu dikaitkan dengan seekor kucing. Mungkin ini disebabkan oleh namanya yang hampir berdekatan dengan nama ras seekor kucing yaitu kucing anggora. Pria bermata sipit ini memiliki sifat yang selalu ceria, riang, dan gembira. Dibalik keceriaannya, Anggoro ini sangat mudah ditebak dikala perasaannya sedang sedih, atau ketika sedang dilanda suatu masalah. Kemudahannya untuk ditebak dapat dilihat dari sikap dan tingkah lakunya ketika didalam kelas, tingkah yang selalu ceria tiba-tiba menjadi murung merupakan alasan orang-orang bisa menebaknya. Dan Anggoro ini sangat mudah sekali untuk berbaur dengan siapapun orangnya, terlebih para wanita.
Sebelum Anggoro menjadi siswa Sepuluh Mipa Empat, dia adalah siswa Sepuluh Ips Tiga atau Sepuluh Tujuh. Tapi karena dia ingin berada dijurusan Mipa, Pindahlah Anggoro ke kelas Sepuluh Mipa Empat. Ketika pertama kali masuk kelas Sepuluh Mipa Empat, Anggoro dengan percaya dirinya mengucapkan salam dan menghampiri kami layaknya orang yang sudah akrab, dan dia menanyakan kepada saya "ada bangku kosong gak?" Lalu saya jawab "ada itu si Ilham kosong sendirian". Mulai dari situ Anggoro akrab dengan kami semua. Saya akui Anggoro memang mudah sekali berbaur dalam berteman, berbeda dengan yang lainnya dimana mereka perlu beradaptasi. Mungkin sifat So Asyiknyalah yang membuat Anggoro mudah berbaur.
Sempat memiliki satu unit kamera, merupakan alasan Anggoro sangat hobi dengan fotograf. Hampir setiap hari bersekolah dia selalu membawa kamera, tujuannya sederhana, hanya untuk bersenang-senang dan mengabadikan momen bersama teman-teman yang lain. begitu banyak foto-foto sepuluh empat yang tersimpan didalam memori kamera tersebut. Dari mulai jepretan didalam kelas, hingga jepretan saat kami bermain diluar sekolah. Tapi sangat disayangkan, momen-momen yang tadinya sudah diabadikan dan disimpan didalam kamera Anggoro kini tinggal kenangan belaka, dan mungkin hanya setengah dari data-data tersebut yang sudah dipindahkan ke komputer. Hal ini disebabkan oleh keteledoran Anggoro ketika menaruh kamera disaat dirinya hendak melakukan sembahyang disalah satu masjid didaerah Bendungan. Akhirnya tidak sedikit dari kami yang kecewa akan peristiwa ini.
Tekad kuat untuk membantu teman yang sedang dalam kesulitan benar-benar dimiliki oleh teman kita yang satu ini. Salah satu contoh kejadian, disaat teman-teman sepuluh empat pulang dari Kebun Raya Bogor dan singgah dirumah Esha terlebih dahulu, disaat itu salah teman kami (Vira Dewi Priyanti) sedang kebingungan dengan tutup kameranya yang hilang sepulang dari sana. Vira yang ketakutan ketika tutup kameranya hilang karena takut dimarahi oleh orangtuangnya, dan dia pun menangis. Dan ketika itu pula Anggoro langsung berinisiatif untuk menggantikan tutup kamera yang hilang tersebut dengan cara mengumpulkan uang dari teman-teman sepuluh empat pada saat itu, dan langsung menggerakan saya, Riefardy, dan Azhar menuju Plaza Jambu Dua dalam sikon hujan deras. Rencana untuk membeli tutup kamera pun sukses, berkat inisiatif Anggoro inilah solidaritas kami meningkat. Jujur, walau tutup kamera tersebut tidak seberapa, tapi ini sudah cukup menjadi pembuktian Anggoro kepada kami.
Saya pun tidak lupa tentang kebiasaan dia selama dikelas. Walau selalu ceria dan aktif, siapa sangka Anggoro ini selalu tertidur juga disaat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Apalagi jika apa yang sedang diterangkan oleh guru sudah mulai membosankan. Dia sudah seperti tukang tidur, dan jika dia terbangun dari tidurnya tidak jarang salah satu dari teman-teman mengatakan selamat pagi dan langsung mentertawakan Anggoro. Jelas bahwa yang menyebabkan dia selalu tertidur adalah kegiatan yang dia ikuti selama disekolah sungguh padat dari pramuka, remaja masjid, dan lain-lain.
Sungguh lama bahkan hampir tidak bisa melihat Anggoro bangkit dari keterpurukannya disaat berbagai masalah menimpanya, karena itu semua terlihat jelas dari ekspresi mukanya. Ntah masalah apa yang selalu menimpanya saya pun tidak tahu, tapi setelah semuanya selesai, biasanya Anggoro terlihat ceria kembali dan melupakan yang sudah-sudah. Begitulah Anggoro ketika sedang suram.
Satu kebiasaan Anggoro yang tidak pernah saya lupa adalah dia selalu dekat dengan yang namanya wanita. Mungkin wajar bila dia dekat dengan wanita, iya itu memang Normal. Tapi yang membuat kami bingung, Anggoro tidak hanya dekat dengan satu atau dua wanita saja, melainkan banyak wanita ia dekati atau didekati. Oleh karena itu, Anggoro kami sebut dengan Pecinta Wanita atau Pemburu Wanita.
Oh belinya dijambudua 😊😇💕
BalasHapusWkwk pemburu wanita gorr
BalasHapusWadaw akhiran macam apa itu hahaha , tidak seperti itu
BalasHapus